Ahmad Faizal
20210369
4EB22
Transaksi
Valas (Valuta asing) menyebabkan timbulnya aksposur valas, yang disebabkan
karena terjadinya perubahan kurs. Eksposur valas yaitu aksposur transaksi,
eksposur translasi, dan eksposur ekonomi, mempunyai substansi ekonomi yang harus
diplaporkan pada laporan keuangan.
Pasar
Valas dan Kurs Pasar valas merupakan mekanisme melalui yang mana valuta suatu
negara ditukarkan dengan valuta negara lain, kurs antar valuta ditetapkan, dan
transaksi antar valas diselesaikan. Dalam hubungannya dengan lokasi fisik,
pasar valas bertebaran di seluruh dunia dan eksis jika individu-individu atau
institusi-institusi saling bertukar valuta dari negara yang berbeda-beda. Dalam
hubungannya dengan waktu eksekusi, transaksi valas dapat terjadi di Spot market
dan forward market. Spot market meliputi pembelian dan penjualan valas yang
sangat segera dilaksanakan. Untuk transaksi kecil di pasar retail,
penyelesaiannya adalah segera, sedangkan untuk transaksi besar di wholesale
market butuh waktu sampai dua hari bisnis. Dalam forward market, para
partisipan mengadakan kontrak pada hari ini untuk penyerahan,/penerimaan valas
pada waktu mendatang. Perbedaan antara kurs sekarang( spote rate) dan kurs masa
mendatang( forward rate) disebut premi (premium) jika kurs mendatang lebih
mahal disbanding dengan kurs sekarang, dan disebut dikon (discount) jika
sebaliknya. Sistem moneter dunia terbentuk dari banyak valuta nasional. Pada
saat kurs mudah goyah (volatile), penting bagi para manajer untuk waspada
terhadap resiko valas dan mengmbil langkah-langkah yang cukup untuk
mengatasinya. Daya saing perusahaan terlibat dalam bisnis internasional dapat
dipengaruhi oleh fluktuasi kurs.
Eksposur
Valas Eksposur valas merupakan sebuah ukuran terhadap potensi perubahan
profitabilitas, arus kas, dan nilai pasar sebuah perusahaan yang disebabkan
oleh perubahan kurs.
- Eksposur valas secara konvensional diklasifikasi menjadi 3 tipe:
1. Eksposur translasi
atau eksposur akuntansi Merupakan potensi peningkatan atau penurunan nilai
bersih perusahaan induk dan laba bersih yang dilaporkannya, yang disebabkan
oleh fluktuasi kurs sejak tanggal laporan keuangan konsolidasian periode
sebelumnya. Tujuan utama translasi adalah untuk menyusun laporan keuangan
konsolidasian, translasi juga membantu dalam mengevaluasi kinerja semua
perusahaan afiliasi dimanapun dengan mengubah angka-angka laporan ke dalam
sebuah valuta umum ( yaitu valuta perusahaan induk).
2. Eksposure
transaksi Berkaitan dengan sensitifitas arus kas kontraktual yang dinyatakan
dala valas terhadap perubahan kurs yang diukur dalam valuta domestic perusahaan
tersebut. Eksposur transaksi dapat timbul karena transaksi-transaksi berikut:
a. Membeli atau menjual barang secara kredit b. Meminjam atau meminjamkan dana
dalam valas c. Terikat kontrak untuk membeli/menjual valas pada tanggal
tertentu di masa mendatang d. Transaksi lain untuk mendapatkan asset atau utang
yang dinyatakan dalam valas.
3. Eksposur ekonomi/operasi Menaksir dampak
perubahan kurs di masa mendatang terhadap operasi perusahaan dan posisi
kompetitifnya terhadap perusahaan-perusahaan lain. Tujuannya adalah untuk
mengidentifikasi langkah-langkah strategis yang dapat diambil perusahaan untuk
meningkatkan atau mempertahankan nilai perusahaan tersebut terhadap perubahan
kurs yang tidak diduga. Eksposur ini bersifat subyektif karena adanya
ketidakpastian yang lebih besar dari variabel-variabel ekonomi dalam jangka
panjang
Ø Akuntansi
Transaksi Valas
Dalam
transaksi valas salah satu isu akuntansinya adalah bagaimana transaksi tersebut
harus dicatat dalam melaporkan valuta pada tanggal terjadinya transaksi dan
pada saat penyelesaiaan. Dalam transaksi tunai, terdapat persetujuan umum bahwa
transaksi harus dicatat dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi( spot
exchange rate). Tetapi dalam transaksi kredit ada 2 lagi isu akuntansi yang
muncul, salah satunya adalah bagaimana melaporkan penyesuaian kurs pada tanggal
pelaporan keuangan.
Ada 2
pandangan mengenai apakah transaksi harus dianggap sebagai sebuah transaksi
tunggal atau 2 buah transaksi :
1. Transaksi Tunggal Pandangan yang digunakan adalah
bahwa hanya ada satu transaksi ekonomi yang dicatat yaitu transaksi penjualan/pembelian.
Sedangkan pelunasan utang atau penerimaan pelunasan piutang valas dianggap
sebagai bagian esensial dari transaksi ekonomi untuk menjual atau membeli
barang atau jasa.
2. Pendekatan Transaksi Ganda Dalam
pendekatan ini utang dan piutang dianggap sebgai sebuah transaksi kedua yang
berbeda atau terpisah dari transaksi asli yang berupa pembelian atau penjualan
barang atau jasa. Dalam pendekatan ini manajemen tidak dapat memperkirakan
besarnya kurs pada tanggal penyelesaian transaksi
Akuntansi
Translasi Valas Pada transaksi kredit menimbulkan masalah mengenai bagaimana
melaporkan perubahan kurs, antara kurs pada tanggal transaksi dan kurs pada
tanggal penyelesaian. Ada 2 pendapat mengenai hal ini: - pendapat pertama
dilakukan penyesuaian. Alasannya : laporan keuangan harus mencerminkan kondisi
keuangan pada tanggal transaksi atau tanggal penyesuaian. - Pendapat kedua,
tidak dilakukan penyesuaian, kurs tanggal transaksi dan kurs tanggal neraca,
seperti halnya dengan kurs pada tanggal transaksi adalah tidak nyata dan tidak
direalisasi akan berubah menjadi kurs nyata dan akan direalisasi pada tanggal
penyelesaian.
Ada 4 metode untuk menstralai valas yaitu:
1. Metode
Current Rate Pada metode ini semua item neraca ( kecuali modal)ditranslasi pada
kurs sekarang, Sedangkan akun modal saham dan agio modal ditranslasi pada kurs
historis. Pada metode ini laba dan rugi translasi valas tidak mempengaruhi
laporan hasil usaha, serta tidak memperhatikan perbedaan sifat asset dan utang
atau lama waktu atau durasi.
2. Metode
Temporal Pada metode ini, basis pengukuran asset atau kewajiban menentukan
besarnya kurs yang digunakan dalam translasi dan Sebagian besar pendapatan dan
biaya ditranslasi dengan kurs rerata perode terkait. Metode ini dapat digunakan
untuk setiap basis ukuran( kos historis, harga pengganti sekarang atau haraga
pasar sekarang).
3. Metode
Current/ Non-Current Prinsip-prinsip yang mendasari adalah asset dan utang
harus ditranslasi berdasarkan saat jatuh temponya. Serta berbasis pada
klasifikasi aktifa dan utang yang sepenuhnya tidak berkaitan dengan pengaruh
ekonomi dari fluktuasi kurs terhadap aktifa dan utang
4. Metode
Moneter / Non-Moneter Semua item moneter sperti ( kas,utang dan piutang) pada
neraca sebuah perusahaan anak diluar negeri ditranslasi pada tariff kurs
sekarang, karena metode ini berpersepsi bahwa item-item tersebut terpengaruh
oleh resiko kurs. Sebagian besar item laporan hasil usaha di translasi pada
kurs rerata untuk periode tersebut.
Sumber :
Sunardi dan Nanang Sunyoto.2011.Akuntansi
Internasional.Amara Book:Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar